Sintang–Ketua LP3K Kabupaten Sintang, Agustinus Hatta menyatakan siap melaksanakan Pesparani I Tingkat Kabupaten Sintang dengan menghadirkan peserta dari 14 kecamatan. Umat yang akan memeriahkan Pesparani pertama ini sekitar 5.000 orang.
“Kita akan gunakan Gedung Kesenian untuk lomba-lomba nanti. Terima kasih dukungan Bupati Sintang, Kakan Kemenag dan Uskup Sintang,” terang Agustinus Hatta.
Sebagai mana diketahui, LP3K Kabupaten Sintang selama ini selalu aktif mengikuti kegiatan di level provinsi dan nasional. Dirinya mengajak semua pengurus untuk bekerjasama menggerakan LP3K dan melaksanakan Pesparani I Tingkat Kabupaten Sintang.
Sementara itu, Maskendari Kepala Bidang Humas LP3K Provinsi Kalbar menyampaikan LP3K tidak hanya mengurus Pesparani saja, tetapi merupakan pengabdian untuk meningkatkan liturgi gereja Katolik dan kecintaan kepada kitab suci.
“Pelatihan dan pembinaan paduan suara dan dirigen juga harus dilakukan oleh LP3K. Muara dari semua kegiatan LP3K adalah liturgi dan kitab suci. Kami senang, Pesparani I Tingkat Kabupaten Sintang akan dilaksanakan sebagai perpisahan umat Katolik dengan Bupati Sintang,” terang Maskendari.
Maskedari mengatakan pihaknya akan segera melaksanakan rakerda tingkat Provinsi Kalbar. Evaluasi Pesparani Nasional di Jakarta dan menyiapkan Pesparani Nasional berikutnya. Namun Pesparani Tingkat Provinsi Kalbar, sampai saat ini belum diputuskan.
“Dan saya senang, utusan Kalbar di Pesparani Nasional, selalu ada yang berasal dari Kabupaten Sintang,” tambahny.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Ikhwan Pohan mengatakan mendukung LP3K Kabupaten Sintang melaksanakan program dan kegiatannya. Secara khusus melaksanakan Pesparani I Tingkat Kabupaten Sintang, dirinya juga mendorong agar dilakukan pembinaan sampai ke kecamatan dan desa.
“Kami juga mendukung keikutsertaan LP3K Kabupaten Sintang di kegiatan tingkat provinsi, nasinal bahkan internasional. Dan kita bersyukur, Bupati Sintang ini mendukung semua kegiatan keagamaan yang ada di Kabupaten Sintang tanpa membeda-bedakan agama,” tuturnya.
“Kabupaten Sintang ini memang rumah besar kita semua. Ini keluarga besar yang beragam baik dari sisi agama, suku dan ras sehingga Kabupaten Sintang bisa dibilang sebagai miniatur Indonesia,” pungkasnya.











