Kalbar  

12 Kantor Pertanahan Di Kalimantan Barat Launching Layanan Sertipikat Elektronik Secara Serentak

Sintang – Sebanyak 12 Kantor Pertanahan yang ada di 12 Kabupaten di Kalimantan Barat, melakukan launching layanan sertipikat elektronik secara serentak pada hari ini, Kamis 27 Juni 2024. Sebagai mana diketahui sebelumnya di dua Kota sudah menerapkan layanan sertipikat elektronik terlebih dahulu yaitu di Kota Pontianak dan Singkawang, dan pada hari ini sudah diterapkan layanan secara elektronik seluruhnya di 14 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.

Andi Tenri Abeng Kanwil BPN Kalbar

Kepala Kantor Wilayah BPN Kalimantan Barat, Andi Tenri Abeng mengatakan dengan dilakukan launching layanan sertipikat elektronik di 12 Kabupaten secara serentak pada hari ini, artinya BPN Wilayah Kalimantan Barat beserta jajaran sudah semakin siap menerapkan layanan pertanahan secara elektronik.

Ia berharap dengan diterapkan layanan sertipikat elektronik ini, dapat mewujudkan layanan pertanahan di Kalimantan Barat menjadi lebih transparan, ekonomis dan akuntabel. Disamping itu ia mengatakan dengan adanya layanan elektronik ini pengurusan layanan pertanahan semakin mudah dan cepat.

“Memang di awal-awalnya terasa terjadi perubahan dan terasa agak ada kelambatan dalam mengurusnya, itu karena kita ada perubahan dari sistem analog mejadi digital,” ujar dia.

Dirinya juga mengajak masyarakat untuk mendukung dan memanfaatkan layanan tersebut. Bagi masyarakat yang sudah memiliki sertipikat jika ingin mengalihkan menjadi sertipikat elektronik ia menganjurkan untuk mendatangi Kantor Pertanahan untuk dilakukan alih media dari sertipikat analog menjadi sertipikat elektronik.

“Kami melaporkan sampai dengan tanggal 25 Juni 2024 penerbitan sertipikat elektronik di seluruh Kalimantan Barat saat ini baik atas nama Perorangan, Barang Milik Negara dan Barang Milik Daerah Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota se Kalimantan Barat yang terbit dari kegiatan pemberian hak, ganti nama dan ganti blanko total seluruhnya adalah sebanyak 1.820 Sertipikat,” jelasnya.

Adapun Keuntungan sertipikat elektronik selain melindungi hak masyarakat atas tanah, juga meningkatkan akuntabilitas administrasi pertanahan. Sistem elektronik ini memungkinkan pemantauan dan pelacakan yang lebih transparan, sehingga meminimalisir potensi penyalahgunaan atau korupsi dan mengurangi keleluasaan para mapia tanah.

Pj. Gubernur Kalimantan Barat Harison mengatakan Pemerintah Provinsi dalam hal ini menyambut baik serta mendukung penuh, program Kementrian ATR/BPN yang menerapkan sistem layanan sertipikat elektronik, khususnya dijajaran Kanwil BPN Kalimantan Barat dan Kantor Pertanahan 14 Kabupaten Kota yang ada di Kalimantan Barat.

“Saya mendukung penuh program ini khususnya kepada bu Abeng beserta jajaran saya berikan apresiasi,” bebernya.

Sementara itu Sekretaris Jendral ATR/BPN, Suyus Windayana menyambut baik langkah- langkah inovatif yang diambil oleh Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Barat dalam mengimplementasikan layanan elektronik.

“Kegiatan launching ini adalah permulaan beralihnya platform dari yang analog menjadi elektronik, yang akan semakin menghadirkan keamanan bagi para pemilik sertipikat. Karena data sertipikat tersebut sudah masuk ke dalam database, jadi tidak perlu khawatir karena rusak, hancur, bahkan hilang,” jelasnya.

Dijelaskannya, bahwa Hingga Juni 2024 telah terbit 86.355 sertipikat elektronik, hal ini mengindikasikan bahwa sertipikat elektronik ini secara sistem sudah berjalan dengan baik dan mendapatkan respon yang baik pula dari masyarakat dan stakeholder lainnya.

“Dalam mendukung penerapan sertipikat elektronik supaya lebih masif maka pada Tahun 2024, Keputusan Menteri Tentang Penunjukan Kantor Pertanahan prioritas dalam program Kabupaten/Kota lengkap, penerbitan dokumen elektronik dan WBK tahun 2024. Pada Kepmen tersebut telah ditetapkan 104 Kantor Pertanahan, dan tidak menutup kemungkinan pada Kantor Pertanahan diluar 104 kantor yang telah ditunjuk untuk ditetapkan sebagai kantor elektronik. Hingga 26 Juni 2024 saat ini sudah 148 Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota yang ditetapkan sebagai kantor layanan elektronik, sudah melebihi dari target yang ditetapkan. Bahkan sudah ada 9 provinsi yang full elektronik yaitu Provinsi Bali, Kepulauan Riau, DKI, DIY, Banten, Sumatera Selatan, Kalimantan Timur, Jambi dan Lampung,” tambahnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap semua layanan yang dilakukan di Kantor Pertanahan di lingkungan Kanwil BPN Provinsi Kalimantan Barat kini berbasis elektronik, termasuk proses pendaftaran tanah, perubahan data, dan transaksi terkait kepemilikan.

Adapun Kabupaten yang launching layanan sertipikat elektronik, diantaranya Kantah Kabupaten Bengkayang, Kabupaten Kapuas Hulu, Kabupaten Kayong Utara, Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kubu Raya, Kabupaten Landak, Kabupaten Melawi, Kabupaten Mempawah, Kabupaten Sambas, Kab. Sanggau, Kabupaten Sekadau dan Kabupaten Sintang. Dengan demikian menjadikan Kalimantan Barat sebagai Provinsi ke-10 yang seluruh Kantor Pertanahan yang sudah menjadi Kantor Pertanahan Elektronik.

Penulis: AndiEditor: Andi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!
Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization