Pontianak – Panitia Pekan Gawai Dayak Ke 39 Tahun 2025 audiensi ke Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan pada tgl 2/5/2025.
Saat audiensi, Panitia Inti didampingi Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar dan juga Kadis Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Kalbar.
Ketua Panitia Pekan Gawai Dayak Ke 39 Martinus Sudarno dalam wawancaranya dengan media ini setelah audiensi menjelaskan, audiensi yang dilakukan tujuannya untuk melaporkan progres pelaksanaan Pekan Gawai Dayak Ke 39 THN 2025.
Menurut Sudarno, dalam arahannya Wagub berharap supaya PGD ini berjalan dengan tertib, aman dan juga melibatkan semua stakeholder yang ada.
“Wagub memberikan arahan supaya PGD ini berjalan dengan tertib dan melibatkan semua stakeholder yang ada, seperti suku-suku diluar Dayak.”Jelas Sudarno.
Dijelaskan lebih lanjut bahwa, Tahun ini Panitia Pekan Gawai Dayak Ke 39 akan menghadirkan Menteri Kebudayaan untuk menjadi knock speak dalam seminar yang akan dilaksanakan tgl 19/5.
Menurut Sudarno sampai saat ini persiapan gawai sudah mencapai 75%.
Sesuai permintaan Wagub tahun ini PGD akan ada tarian kolosal yang melibatkan semua etnis yang ada di Provinsi Kalimantan Barat, untuk menggambarkan keberagaman penduduk yang ada di Provinsi Kalbar.
Perlu diketahui, Tahun ini yang menjadi tuan rumah Pekan Gawai Dayak Ke 39 adalah Kabupaten Sekadau, maka acara adatnya diambil dari adat suku Ketungau Sesat dan tariannya di ambil dari tarian suku Mualang.
“Jadi tahun ini kita menampilkan budaya Kab. Sekadau.”Jelas Sudarno.
Terkait pelaksanaannya menurut pria yang pernah menjadi Anggota DPRD Provinsi Kalbar tiga periode ini, akan diadakan Misa Syukur pada masa pragawainya tgl 16/5, kemudian tgl 19/5 akan ada seminar, Gawai dibuka pada tgl 20/5 dan ditutup tgl 24/5.
Pekan Gawai Dayak tahun ini melibatkan lebih banyak pihak, suku-suku dan masyarakat disekitar tempat Gawai, seperti pengelolaan parkir misalnya.
Terkait kegiatannya hampir samalah dengan tahun-tahun sebelumnya.
“Spesialnya tahun ini ada lomba menangkap babi.” Jelasnya.
Sudarno berpesan kepada masyarakat yang berkunjung, agar bisa menjaga ketertiban, ia berharap janganlah sampai ada keributan.
“Kalau ada keributan akan kita tindak tegas. Selain dari kepolisian juga akan kita tindak dengan hukum adat.” Tegasnya.(Kun)











